Cari Blog Ini

Selasa, 01 Januari 2013

MYOMETRITIS

-->
MYOMETRITIS

I.     PENGERTIAN
Myometritis / Metritis adalah radang miometrium. Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu.Penyakit ini tidak berdiri sendiri tetapi merupakan lanjutan dari endometritis, sehingga gejala dan terapinya seperti endometritis.

II.  KLASIFIKASI MYOMETRITIS
a.       Metritis Akut
Metritis akut biasanya terdapat pada abortus septik atau infeksi postpartum. Penyakit ini tidak berdiri sendiri, akan tetapi merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas yaitu merupakan lanjutan dari endometriosis. Kerokan pada wanita dengan endometrium yang meradang dapat menimbulkan metritis akut.
Pada penyakit ini miometrium menunjukkan reaksi radang berupa pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang. Perluasan dapat terjadi lewat jalan limfe atau lewat tromboflebitis dan kadang – kadang dapat terjadi abses.
b.      Metritis Kronik
Metritis Kronik adalah diagnosa yang dahulu banyak dibuat atas dasar menometroragia dengan uterus yang lebih besar dari biasanya, sakit pinggang dan leukore. Akan tetapi pembesaran uterus pada multipara umumnya disebabkan oleh penambahan jaringan ikat akibat kehamilan, sedang gejala – gejala yang lain mungkin mempunyai sebab lain. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi abses, peritonitis, Syok septik, infeksi pelvik yang menahun, penyumbatan tuba dan infertilitas.

III.    TANDA DAN GEJALA
Gejala metritis sama dengan gejala yang muncul pada Endometritis :
a.       Demam
b.      Nyeri perut bawah, keluar lochea berbau / purulent
c.       Perdarahan vaginal
d.      Sakit pinggang
e.       Nyeri tekan uterus

IV.    DIAGNOSA
Pada metritis diagnosa hanya dapat dibuat secara Patologi Anatomis

V.       KOMPLIKASI
Dapat terjadi penyebaran ke jaringan sekitar seperti :
a.       Parametritis ( infeksi sekitar rahim )
b.      Salpingitis ( infeksi saluran otot )
c.       Ooforitis ( infeksi indung telur )
d.      Pembentukan nanah sehingga terjadi abses pada tuba atau indung telur
(Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan,  407)

VI.    PENANGANAN
Terapi miometritis :
a.       Antibiotika spektrum luas
-          Ampisilin 2 g iv / 6 jam
-          Gentamisin 5 mg kg / BB
-          Metronidasol 500 mg iv / 8 jam
b.      Profilaksi Antitetanus
c.       Evakuasi sisa hasil konsepsi
-          Antibiotik kombinasi
-          Transfusi jika diperlukan







MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. M P1A 1 DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI MYOMETRITIS DI BPS BIDAN MELATI TANGGAL 16 NOVEMBER 2012

1.      Identitas
      Nama                  : Ny. M                                   Nama               : Tn. E
      Umur                  : 29 tahun                                Umur               : 31 tahun
      Agama                : Islam                                     Agama             : Islam
      Pendidikan         : SMP                                      Pendidikan      : SMA
      Pekerjaan            : IRT                                       Pekerjaan         : Swasta
      Suku/Bangsa      : Jawa                                      Suku/Bangsa   : Jawa
      Alamat               : Jl. Campus no.120  Purwokerto               

2.      Keluhan Utama
Ibu mengeluh nyeri perut tanpa ditekan, keputihan yang berbau busuk sejak 2 minggu yang lalu, keluar darah dari kemaluan di luar siklus haid, demam 5 hari yang lalu, serta merasa perut tambah membesar.

3.      Riwayat Obstetri
      Menarche           : 14 tahun
      Siklus                 : tidak teratur
      Banyak               : 3-4x ganti pembalut/hari
      Lama                  : tidak teratur
      Warna                 : merah kehitaman
      Sifat                   : Encer
      Bau                     : khas
      Dismenorhea      : tidak

4.      Riwayat perkawinan
Istri                                             Suami
Nikah berapa kali : 1x                Nikah berapa kali : 1x
Lamanya : 4 tahun                     Lamanya : 4 tahun
Umur menikah : 25 tahun          Umur menikah : 27 tahun
5.      Riwayat Obstetri Yang Lalu
No
Tgl lhr
Jens prsalinn
Tmpt prsalinn
Pnolng
Kmplikasi
Bayi
Nifas
KB
KET
Ibu
Bayi
Jk
BB/PB
Keadaan
involusi
Lochea
1.


2.
3-2-2009
2-9-2012
Spontan


Abortus
BPS


RS
Bidan


Obgyn
-
-
lk
2900 gr/
50 cm
Baik
baik
Normal
-


IUD



Post abortus ibu curetase dan langsung psg IUD
6.      Pola Kesehatan Fungsional
a)        Pola Nutrisi
-                 Makan : 2x/hari, porsi sedang, dengan nasi dan lauk.
-                 Minum : 6 gelas/hari, air putih, teh manis
b)        Pola Eliminasi
-                 BAK : 4x/hari, warna kuning jernih, konsistensi cair
-                 BAB : 1x/hari, warna kuning kecoklatan, konsistensi lembek
c)         Pola Aktivitas
Ibu mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci dan memasak.
d.      Pola Istirahat
-       Tidur siang : 1 jam
-       Tidur malam : 7 jam
e.       Pola Seksual : 1x/ minggu
f.       Pola Hygiene
-       mandi : 1-2x/hari
-       keramas : 1-2x/minggu
-       gosok gigi : 1-2x/hari
-       ganti baju : 1-2x/hari
g.      Pola Hidup Sehat
      Ibu tidak mengonsumsi alkohol, rokok, jamu-jamuan dan obat-obat terlarang
h.      Pola Psikososial
Hubungan ibu dengan suami harmonis, suami selalu memberikan support kepada istrinya. Hubungan ibu dengan keluarga dan tetangga terjalin baik.
i.        Pola spiritual
Ibu merasa aktivitas ibadahnya terganggu karena sering mengalami perdarahan di luar siklus haid.
7.      Riwayat Kesehatan
a.       Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya. Ibu tidak pernah menderita hipertensi, jantung, DM, PMS dan penyakit menular maupun menurun lainnya.
b.      Riwayat kesehatan sekarang
Ibu tidak sedang menderita penyakit DM, hipertensi, jantung, PMS dan penyakit menular dan menurun lainnya.
c.       Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga tidak ada yang memiliki penyakit DM, hipertensi, jantung, PMS dan penyakit menular maupun menurun lainnya.
DATA OBJEKTIF
1.      Pemeriksaan Umum
-          Keadaan Umum             : Baik
-          Kesadaran                      : Composmentis
-          TD                                  : 100/70 mmHg
-          P                                     : 22x/menit
-          Nadi                               : 100x/menit
-          Suhu                               : 38,5° C
-          BB                                  : 52 Kg
-          TB                                  : 156 cm

2.      Pemeriksaan Fisik
-          Kepala                         : rambut hitam, keriting, tidak rontok, bersih.
-          Mata                            : conjungtiva anemis, sklera tidak ikterik.
-          Hidung                        : tidak ada polip, tidak ada secret.
-          Mulut dan gigi            : bibir pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada caries.
-          Telinga                        : simetris, tidak ada serumen.
-          Leher                           : ada pembesaran kelenjar limfe (karena adanya infeksi)
-          Ketiak                         : tidak ada benjolan/ massa.
-          Dada/Payudara           : simetris, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, puting susu menonjol, tidak ada pengeluaran.
-          Abdomen                    : ada pembesaran, tidak ada luka bekas operasi, terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah.
-          Punggung                    : terdapat nyeri tekan pada pinggang.
-          Ekstremitas atas          : akral hangat, tidak oedema.
-          Ekstremitas Bawah     : tidak ada varises, tidak ada oedema, tidak ada tanda kemerahan.
-          Genetalia                     : terdapat flour albus, kental, dan berbau busuk
-          Anus                            : tidak hemoroid

3.      Pemeriksaan penunjang
a)      Pemeriksaan darah
Hb : 10,5gr%


Tidak ada komentar:

Posting Komentar